bom blog

Selasa, 27 Desember 2011

PACKET TRACER

Disini saya akan menjelaskan bagaimana penggunaan TRUNK pada Packet Tracer. TRUNK digunakan untuk menghubungkan switch dengan switch. Kali ini saya akan membuat simulasi jaringan dengan menggunakan 2 switch dan setiap switch mempunyai ke 3 node (komputer) yang terhubung. Peran TRUNK disini berfungsi untuk menghubungkan Switch1 dengan Switch2 sehingga komputer yang berada pada Switch1 bisa terhubung dengan komputer yang berada pada Switch2 dengan catatan berada pada VLAN yang sama. Langkah-langkah nya adalah : 
1. Klik Start -> All Programs -> kemudian pilih Packet Tracer atau anda dapat langsung double klik shourtcutnya pada desktop.


2. Kemudian akan muncul tampilan Packet Tracer


3. Terlebih dahulu kita gambarkan 2 buah switch, untuk menggambarkan Switch, Pilih Switch pada bagian kiri bawah setelah itu pilih switch yang paling ujung yaitu 2950-24 atau pilih yang bertanda merah pada gambar. Drag gambar 2950-24 ke stage sebanyak 2 kali dan beri nama Switch1 dan Switch2 sehingga terlihatseperti pada gambar di bawah.


 3. Terlebih dahulu kita gambarkan 2 buah switch, untuk menggambarkan Switch, Pilih Switch pada bagian kiri bawah setelah itu pilih switch yang paling ujung yaitu 2950-24 atau pilih yang bertanda merah pada gambar. Drag gambar 2950-24 ke stage sebanyak 2 kali dan beri nama Switch1 dan Switch2 sehingga terlihatseperti pada gambar di bawah.
3. Terlebih dahulu kita gambarkan 2 buah switch, untuk menggambarkan Switch, Pilih Switch pada bagian kiri bawah setelah itu pilih switch yang paling ujung yaitu 2950-24 atau pilih yang bertanda merah pada gambar. Drag gambar 2950-24 ke stage sebanyak 2 kali dan beri nama Switch1 dan Switch2 sehingga terlihatseperti pada gambar di bawah.3. Terlebih dahulu kita gambarkan 2 buah switch, untuk menggambarkan Switch, Pilih Switch pada bagian kiri bawah setelah itu pilih switch yang paling ujung yaitu 2950-24 atau pilih yang bertanda merah pada gambar. Drag gambar 2950-24 ke stage sebanyak 2 kali dan beri nama Switch1 dan Switch2 sehingga terlihatseperti pada gambar di bawah.
 5. Kemudian atur IP Address tiap komputer dengan cara mengklik gambar komputer yang ada di stage tersebut sehingga muncul tampilan seperti di bawah. Pilih Config >> FastEthernet kemudian isi IP Address dan Subnet Mask. IP Address pada PC 11 yaitu 192.168.1.1, 192.168.1.2 pada PC12, 192.168.1.3 pada PC13, 192.168.1.4 pada PC21, 192.168.1.5 pada PC22 dan 192.168.1.6 pada PC23.
 6. Setelah gambar Switch dan komputer terbentuk, selanjutnya kita hubungkan dengan kabel Straight (lihat pada gambar yang bertanda merah). Hubungkan dari komputer ke switch sehingga tampak seperti pada gambar.
 7. Setelah terhubung switch dengan tiap komputer, selanjutnya kita akan menghubungkan Switch1 dengan Switch2 dengan menggunakan kabel Cross, lihat gambar di bawah.
 8. Setelah semuanya terbentuk, selanjutnya buat VLAN baru yaitu VLAN2. VLAN2 akan digunakan untuk PC13 dan PC23, sedangkan PC yang lainnya akan menggunakan VLAN1. Buat VLAN2 pada Switch1 dan Switch2. Untuk membuat VLAN klik pada switch kemudian ikuti tanda merah pada gambar di bawah ini, yaitu Pilih Config >> VLAN Database kemudian isi VLAN Name dan VLAN Number.
 9. Setelah VLAN2 terbentuk, atur komputer mana saja yang ada pada VLAN1 dan VLAN2. Klik pada gambar Switch1 sehingga akan muncul tampilan seperti pada gambar di bawah. Pilih Config >> FastEthernet0/1 (berarti PC11). “Access” berarti terhubung antar komputer dan switch. PC11dan PC12 = VLAN1, FacsEthernet0/3 atau PC13 = VLAN2. Lakukan hal yang sama pada Switch2, PC21 dan PC22 = VLAN1 sedangkan PC23 = VLAN2.
 10. Setelah VLAN antar komputer diatur, selanjutnya atur koneksi Switch1 dengan Switch2 dengan menggunakan TRUNK. Lakukan hal yang sama pada Switch2. Caranya yaitu klik pada switch lalu akan muncul tampilan seperti gambar di bawah kemudian ikuti tanda merah seperti pada gambar. Ganti Access menjadi Trunk.
 . Setelah koneksi antar switch berhasil diatur, test koneksi komputer dengan VLAN yang sama. Misalkan klik pada PC11 kemudian pilih Desktop >> Command Prompt maka akan muncul seperti gambar di bawah.
 12. Lakukan ping ke PC12 yang berada pada VLAN1 dan switch yang sama yaitu Switch1, selanjutnya ping pada PC21 yang berada pada VLAN yang sama yaitu VLAN1 tetapi beda switch yaitu Switch2. Pada tanda yang berwarna merah adalah IP Address PC12 sedangkan yang berwarna hijau IP Address PC 21. Karena pada gambar di bawah terdapat Reply maka koneksi antar VLAN dan antar Switch berhasil.
 13. Kemudian lakukan test koneksi PC13 dengan PC23 yang berada pada VLAN2 dan switch yang berbeda. Hasilnya Reply berarti koneksi telah berhasil.
 14. Untuk melihat simulasi pengiriman pesan antar komputer yang ada pada jaringan bisa pilih Add Complex PDU (C) yang berbentuk amplop terbuka yang ada di sebelah kanan bawah atau lihat pada gambar yang diberi tanda merah.
 akan muncul tampilan berikut. Isi IP Address komputer yang menjadi tujuan, misalkan yang menjadi tujuan yaitu PC21 dengan IP Address 192.168.1.4 jika selesai klik Create PDU. Lakukan hal 15. Klik gambar amplop tersebut kemudian simpan pada komputer yang diinginkan misalkan pada PC11 sehingga tersebut ke semua komputer.
 16. Untuk mengetahui jalannya pengiriman dan penerimaan data berhasil atau tidak pada jaringan tersebut klik Simulation (lihat gambar yang diberi tanda).
 17. Kemudian akan muncul tampilan seperti pada gambar di bawah. Klik Auto Capture / Play untuk memulai.
18. Kemudian tunggu hingga selesai. Jika berhasil maka pada bagian kanan bawah terdapat tulisan Successful yang berarti koneksi dan pengiriman data berhasil.

Kamis, 17 November 2011

Creating a Virtual Machine on VMware* Tutorial

Creating a Virtual Machine on VMware* Tutorial



November 16, 2008 9:00 PM PST



This tutorial has been created to give the reader an easy to follow, step by step guide for creating Virtual Machines (VMs) with VMWare.   Once this tutorial has been completed, you will be able to take advantage of virtualization and create your own VMs.  Depending on your virtualization expertise, this tutorial could take from 15 minutes to 2 hours to complete.  Intel Corporation maintains a forum on virtualization which you may wish to review.  You can find it here.
1. Virtual Machine creation using VMware Server
1.1 Assumptions
This document assumes you have installed VMware Server.  The following screen shots document usage of Windows* 2003 Enterprise Edition as your host O/S.  The screens are very similar if your host O/S is LINUX.            
1.2 Starting VMware Server
When you start VMware Server, you will see:

Login to the local host by selecting the “local host” option and click OK.  This will bring up the console window with the “Home” tab selected.  It looks like:

You are now ready to create your first Virtual Machine.
1.3 Creating a Virtual Machine
Creating a Virtual Machine is added by the “New Virtual Machine” Wizard.  With the “Home” tab selected on the VMware Server Console, click the “New Virtual Machine” entry to start the wizard.  You first get:

Click “Next” to proceed.  You then get:

The “Typical” selection gives you the most commonly used devices (through VMware Server) and configuration options.  This selection is used in this tutorial.  Click “Next” to proceed to the guest O/S widow.  It looks like:

If your hardware supports 64-bit O/Ss, select it here or choose the 32-bit O/S you want to create.  If you select a 64-bit O/S on hardware which cannot support it you will get:

Select the Guest O/S and version you want:

And click “Next”.  The standard “Virtual Machine Name” comes up as:

Rename it something meaningful like EBI2SDC30-W-L-1.  This means its host machine is EBI2SDC30, its host O/S is windows, its guest O/S is LINUX and it is number 1 of this type.
Since the machine I am using for constructing this document is named “STEV-OFFICE”, I am going to name it:  STEV-OFFICE-W-L-1.  I also change the drive specification to one of the data disks ala:

And click “Next” to proceed to the “Network Type” window, which looks like:

I have always used the bridged networking.  There are security issues with using Network Address Translation (NAT) with some Virtual Machine Managers (VMMs), it is recommended against using NAT.  Click “Next” to continue to the “Disk Capacity” window, which looks like:

For benchmarks which do not use a large amount of disk space, 8 Gigabytes is sufficient.  If your benchmark requires more space, increase it to a sufficient amount.  Ensure that you choose an amount large enough, since once it is created, you cannot increase it again.  The larger the size chosen, the longer it will take to create the Virtual Machine.
1.4 Changing Amount of Memory used.
By default the virtual machine will look like:

You will have 256 Mbytes for memory and 1 virtual CPU.  To modify this, click on “Edit virtual machine settings”. You then see:

To change the amount of memory, move the slider to the desired amount.  The up and down arrow can be used to increment/decrement by 4 Mbytes.  Click “OK”
1.5 Changing the number of Virtual CPUs
Click on “Edit virtual machine settings”.  Click on the “Processors” Device and you will see:

Selasa, 18 Oktober 2011


Klasifikasi IP Jaringan

                  Setiap komputer dalam jaringan membutuhkan sebuah alamat IP yang hanya digunakan sekali dalam LAN. Karena Internet juga bekerja dengan protokol TCP/IP dan tergantung dengan pengaturan alamat IP, sehingga terdapat jutaan PC yang memiliki alamat yang sama. Oleh sebab itu, alamat IP yang tersedia akan habis bila tidak menggunakan aturan kecil seperti yang akan kami jelaskan. Berikut artikel menarik klasifikasi IP jaringan anda selengkapnya.

Klasifikasi Private Address:

Ada beberapa klasifikasi alamat yang secara global dapat digunakan secara berulang. Untuk jaringan lokal anda, alamat IP berikut hanya digunakan untuk satu PC saja. Jangkauan alamat untuk jaringan lokal disebut sebagai Private Address Range, yaitu:

10.0.0.0 sampai 10.255.255.255

172.16.0.0 sampai 172.31.255.255

192.168.0.0 sampai 192.168.255.255

Untuk jaringan kecil disarankan menggunakan klasifikasi alamat ketiga. Misalnya, PC pertama mendapat alamat 192.168.0.1, berikutnya 192.168.0.2 dan begitu seterusnya. Angka 0 dan 255 pada akhir alamat sebaiknya tidak digunakan karena mempunyai fungsi khusus.

Subnet dan Network Class:

Setelah menentukan alamat IP, setiap komputer pada jaringan juga harus mendapat alamat Subnet Mask. Subnet Mask ditentukan dari alamat IP dan menunjukkan kelompok angka mana dari alamat IP yang digunakan sebagai variabel identifikasi PC client. Variabel ini ditandai dengan "0" pada Subnet Mask. Seberapa banyak alamat IP yang tersedia sebagai variabel, tergantung dari kelasnya. Ada beberapa kelas jaringan untuk jaringan TCP/IP lokal dengan expandability (kemampuan untuk diperluas) alamat IP yang berbeda-beda.

Jaringan Kelas A:

Anda menggunakan kelompok angka pertama dari alamat IP sebagai identifikasi jaringan. Tiga kelompok angka lainnya digunakan sebagai identifikasi PC client atau workstation. Untuk workstation, tersedia sekitar 16.7 juta alamat IP yang kosong dan ini menunjukkan jumlah PC yang dapat terhubung dalam sebuah LAN. Subnet Mask untuk jaringan kelas A adalah 255.0.0.0. Kelompok angka ke-2, ke-3 dan ke-4 merupakan variabel. Kelompok angka pertama sebagai identifikasi jaringan hanya terletak antara 1 dan 126.

Jaringan Kelas B:

Dalam jaringan kelas ini, yang perlu diperhatikan hanyalah 2 kelompok angka terakhir dari alamat IP sebagai identifikasi PC client. Jadi, pada jaringan kelas B ini, jumlahnya mencapai 65.536 node/client. Kelompok angka jaringan, yaitu 2 kelompok angka terdepan harus terletak antara 128 dan 191. Subnet Mask untuk jaringan ini adalah 255.255.0.0.

Jaringan Kelas C:

Umumnya, sebuah LAN tidak boleh lebih dari 256 node. Jumlah ini merupakan jaringan kelas C. Di sini, hanya angka ke-4 dari alamat IP yang dijadikan sebagai identifikasi client. Kelompok angka pertama harus terletak antara 192 dan 223. Sementara, angka ke-2 dan ke3 dapat digunakan untuk identifikasi subnetwork lain yang masing-masing maksimal sampai 256 komputer. Subnet Mask untuk jaringan kelas C adalah 255.255.255

Kamis, 06 Oktober 2011

jaringan komputer

PEMBAHASAN TENTANG JARINGAN KOMPUTER



Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk komunikasi antar computer, tetapi model ini bukan merupakan metode komunikasi. Sebenarnya komunikasi dapat terjadi menggunakan protocol komunikasi. Di dalam konteks jaringan data, sebuah protocol adalah suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana computer bertukar informasi melewati sebuah media jaringan. Sebuah protocol mengimplementasikan salah satu atau lebih dari lapisan – lapisan OSI. Sebuah variasi yang lebar dari adanya protocol komunikasi, tetapi semua memelihara pada salah satu aliran group: protocol LAN, protocol WAN, protocol jaringan dan protocol routing.


Protocol LAN beroprasi pada lapisan fisik dan data link dari model OSI serta mendefinisikan komunikasi dari macam – macam media LAN. Protocol WAN beroprasi pada ketiga lapisan terbawah dari model OSI dan mendifinisikan dari macam – macam WAN. Protocol routing adalah protocol lapisan jaringan yang bertanggung jawab untuk menentukan jalan dan pengaturan lalu lintas. Akhirnya protocol jaringan terdiri dari berbagai protocol dari lapisan teratas yang ada dalam sederetan protocol.



Definisi Protokol
protocol adalah sekumpulan peraturan atau perjanjian yang menentukan format dan transimi data. Layer n disebuah computer akan berkomunikasi dengan layer n di computer n yang lain.Peraturan dan perjanjian yang di pergunakan dalam komunikasi ini sering di sebut dengan protocol layer n.Selain itu protokol juga berfungsi untuk memungkinkan dua atau lebih komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama.
Hal – hal yang harus dipehatikan dalam protokol adalah sebagai berikut:
 Syntax, merupakan format data dan cara pengkodean yang digunakan untuk mengkodekan sinyal.
 Semantix, digunakan untuk mengetahui maksud dari infomasi yang dikirim dan mengoreksi kesalahan yang terjadi dari informasi tadi.
 Timing, digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.
Selama dua decade terakhir,terjadi peningkatan besar dalam jumlah dan ukuran jaringan computer(network).Banyak diantara network- network ini dibangun berdasarkan implementasi software dan hardware yang berbeda.Sebagai hasilnya,mereka menjadi incompatible dan sulit berhubungan antara satu dengan yang lain.Untuk mengatasi masalah ini,International Organization for Standarization(ISO)meneliti berbagai pola network. ISO menemukan bahwa terdapat kebutuhan untuk menciptakan sebuah model network yang dapat berkomunikasi dan memiliki kemampuan interoperabilyti sehingga dikeluarkannya model referensi OSI pada tahun 1984. Agar paket data dapat berjalan dari sumber tujuan dalam sebuah jaringan,maka diperlukan adanya sebuah bahasa yang di mengerti oleh semua device jaringan atau sebuah protocol.
Untuk mengatasi masalah ketidaksesuaian dalam sebuah jaringan,yang membuat jaringan tidak dapat berkomunikasi satu dengan yang lain, International Organization for Standarization(ISO) melaukan riset dalam beberapa pola jaringan seperti DECNET,SNA,dan TCP/IP untuk membuat sekumpulan peraturan. Sebagai hsil dari riset ini,iso membuat sebuah model jaringan yang membantu vendor-vendor dalam menciptakan jaringan yang kompatibel dan dapat beroperasi dengan jaringan yang lain.Model referensi OSI(open system interconection) dikeluarkan pada tahun 1984,memberikan standard bagi para vendor untuk memastikan terjaminnya interooerabilitas dan kompatibilitas antar berbagai teknologi jaringan yang di produksi oleh berbagai macam perusahaan di seluruh dunia.
 
OSI Model
Open Systems Interconnection (OSI) model adalah suatu referensi untuk memahami komunikasi data antara dua buah sistem yang saling terhubung. OSI layer membagi proses komunikasi menjadi tujuh lapisan. Setiap lapisan berfungsi untuk melakukan fungsi-fungsi spesifik untuk mendukung lapisan diatasnya dan sekaligus juga menawarkan layanan untuk lapisan yang ada di bawahnya. Tiga lapisan terbawah akan fokus pada melewatkan trafik melalui jaringan kepada suatu sistem yang terakhir. Empat lapisan teratas akan bermain pada sistem terakhir untuk menyelesaikan proses komunikasinya.
Pembagian tersebut memiliki kelebihan sebagai berikut:
 Membuat komunikasi jaringan ke bagian yang lebih sederhana.
 Membuat standard untuk komponen jaringan yang memungkinkan pengembangan dan dukungan multiple-vendor. Memungkinkan hardware dan software jaringan yang berbeda untuk berkomunikasi satu dengan yang lain.
 Mencegah efek perubahan dalam sebuah layer mempengaruhi layer yang lain,sehingga dapat perkembangan lebih cepat.

Model OSI di buat untuk mengatasi berbagai kendala Internetworking akibat perbedaan arsitektur dan protokol jaringan. Dahulu, komunikasi antarkomputer dari vendor yang berbeda sangat sulit dilakukan. Masing-masing vendor menggunakan protokol dan format data yang berbeda-beda. Sehingga International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang di kenal sebagai Open System Interconection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor yang berbeda.

OSI Reference Model

Application
Presentation
Session
Transport
Network
Data link
Physical


Application layer
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

Presentation layer
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
Session layer
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Transport layer
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
Network layer
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.

Data-link layer
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

Physical layer
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
 
TCP/IP
Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah satu set aturan standar komunikasi data yang digunakan dalam proses transfer data dari satu komputer ke komputer lain di jaringan komputer tanpa melihat perbedaan jenis hardware. Protokol TCP/IP dikembangkan dalam riset pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam bentuk perangkat lunak (software) di system operasi. Protokol TCP/IP dikembangkan dalam riset pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam bentuk perangkat lunak (software) di system operasi.

TCP/IP Layers
Application
Transport
Internet
Network Interface

Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan pada gambar, TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah sebagai berikut:

1. Application Layer
Bertanggung jawab untuk menampilkan semua aplikasi yang menggunakan protocol TCP/IP. Sebagai contoh adalah Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), dan Telnet.
2. Transport Layer
Bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antara dua host/komputer. Ada dua macam protokol didalamnya, yaitu Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP ).
3. Internet Layer
bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP)..
4. Network Interface
Bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).

Layanan
Berikut ini adalah layanan tradisional yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP:
• Pengiriman berkas (file transfer). File Transfer Protocol (FTP) memungkinkan pengguna komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah host di dalam jaringan. Metode otentikasi yang digunakannya adalah penggunaan nama pengguna (user name) dan [[password]], meskipun banyak juga FTP yang dapat diakses secara anonim (anonymous), alias tidak berpassword. (Keterangan lebih lanjut mengenai FTP dapat dilihat pada RFC 959.)

• Remote login. Network terminal Protocol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak jauh. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer jaringan tersebut. (Keterangan lebih lanjut mengenai Telnet dapat dilihat pada RFC 854 dan RFC 855.)
• Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik. (Keterangan lebih lanjut mengenai e-mail dapat dilihat pada RFC 821 RFC 822.)
• Network File System (NFS). Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses dari jarak jauh yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada komputer jaringan, seolah-olah berkas tersebut disimpan secara lokal. (Keterangan lebih lanjut mengenai NFS dapat dilihat RFC 1001 dan RFC 1002.)
• Remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program tertentu di dalam komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan komputer yang terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu sistem komputer. Ada beberapa jenis remote execution, ada yang berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yang dapat dijalankan dalam system komputer yang sama dan ada pula yg menggunakan sistem Remote Procedure Call (RPC), yang memungkinkan program untuk memanggil subrutin yang akan dijalankan di sistem komputer yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah rsh dan rexec.)
• Name server yang berguna sebagai penyimpanan basis data nama host yang digunakan pada Internet (Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada RFC 822 dan RFC 823 yang menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yang bertujuan untuk menentukan nama host di Internet.)